400 Ribu Amplop Bowo Sidik untuk Pilpres? Ini Jawaban Ketua KPK

2153
BERBAGI

KabaSumbar. net – Sebanyak 400 Ribu amplop berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu yang dimasukkan dalam 84 kardus berhasil diamankan.

KPK dalam penangkapan kader Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Total uang yang disita dalan dugaan suap distribusi pupuk tersebut berjumlah Rp 8 miliar.

Namun KPK masih belum membuka semua isi kardus yang diduga untuk serangan fajar di Pemilu 2019 nanti.

Beragam spekulasi pun muncul di publik. Salah satunya dugaan bahwa serangan fajar bukan untuk pribadi, melainkan juga pasangan calon presiden tertentu.

Hal ini seiring dugaan ada cap tertentu yang sempat diutarakan penyidik KPK kepada media. Selain itu, jika menilik data konsituen Bowo Sidik Pangarso di Pileg 2014, maka anggota Komisi VI DPR itu hanya mengumpulkan 66 ribu suara. Sementara amplop yang disiapkan mencapai 400 ribu.

Ketua KPK Agus Rahardjo pun buka suara atas spekulasi tersebut.

“Ibarat kamu menyebar 100 kan belum tentu 100 akan piilih kamu. Misal kebutuhan 40 kalau mungkin yang disebar akan lebih banyak dari itu untuk dapat angka 40 tadi. Logikanya itu,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (29/3).

Agus mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari tim KPK terkait ratusan ribu amplop yang akan digunakan untuk kepentingan Pemilu 2019.

Sementara berdasarkan pengakuan Bowo, kata Agus, amplop-amplop itu akan digunakan untuk pencalonan pileg.

“Ya itungannya masing-masing. Beliau (BSP) mungkin melihat situasi di lapangannya. Saya sendiri nggak bisa memberikan saran itu. Tapi itu kan seperti secara random menjaring konsituen siapa yang anu sama saya. Jadi menyebar makin banyak harapannya dapat paling tinggi,” tutur Agus.

Lebih lanjut, Agus meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan perkara hukum yang menajring Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar itu dengan peta politik Pilpres 2019. Sebab, kata dia, penuntasan kasus korupsi adalah masalah hukum.

“Oh jangan lari ke sana (politik). Ini penegakkan hukum. Jadi nggak mungkin kita memainkan politik. Ya nanti kita tanyakan ke penyidik, kan belum ditanya tuntas kepada yang bersangkutan,” demikian Agus.(*)

Editor : Yendra.

SUMBER © NUSANEWS.ID